Kamis, 21 Maret 2024

Materi 2 Sistem Bilangan, Operasi, dan Kode

 

Sistem Bilangan, Operasi, dan Kode

 

 

Nama     : Rahma Putriyana

NIM        : 2303015068

Kelas      : 2D - Teknik Informatika


 

Sistem bilangan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu simbolis seperti sistem bilangan Romawi dan terbobot posisi (positional weighted) seperti sistem bilangan desimal yang menggunakan numeral Arabik. Untuk peralatan, dua nilai seperti komputer maka yang digunakan adalah sistem bilangan biner yang juga merupakan sistem bilangan terbobot posis.

 

A. Sistem Bilangan di Komputer

Sistem bilangan di komputer adalah :

  1. Sistem Bilangan Biner : 0~1
  2. Sistem Bilangan Oktal : 0~7
  3. Sistem Bilangan Desimal : 0~9
  4. Sistem Bilangan Hexadesimal : 0~F

B. Pengertian Sistem Bilangan di Komputer
  •  Sistem Bilangan Biner (Basis 2) 

Sistem bilangan biner menggunakan dua simbol saja, yaitu 0 dan 1. Ini adalah dasar dari semua operasi dalam komputasi digital. Sistem bilangan biner mempunyai nilai basis 2 dengan nilai setiap posisi dibagi dengan faktor 2.



  • Sistem Bilangan Desimal (Basis 10)
Sistem bilangan desimal adalah sistem yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menggunakan sepuluh simbol, yaitu 0 hingga 9.

 


  • Sistem Bilangan Oktal (Basis 8)

    Sistem bilangan oktal menggunakan delapan simbol, yaitu 0 hingga 7. Meskipun tidak sepopuler biner atau desimal, oktal sering digunakan dalam lingkungan komputasi tertentu.


  • Sistem Bilangan Heksadesimal (Basis 16)

Sistem bilangan heksadesimal menggunakan enam belas simbol, yaitu 0 hingga 9 serta huruf A hingga F. Sistem ini sering digunakan dalam komputasi dan pemrograman, terutama dalam konteks representasi data yang lebih kompleks.

 




 Tabel Konversi antar Sistem Bilangan

 

 

 


Dalam sistem bilangan digital, terutama dalam konteks sistem komputer dan elektronika digital, terdapat beberapa operasi yang umum dilakukan. Berikut adalah beberapa operasi yang sering digunakan dalam sistem bilangan digital:

1. Penjumlahan (Addition)

Operasi penjumlahan dilakukan untuk menambahkan dua bilangan atau lebih. Dalam sistem digital, operasi penjumlahan dilakukan bit per bit dengan menggunakan logika penjumlahan biner.

2. Pengurangan (Subtraction)

Operasi pengurangan dilakukan untuk mengurangkan satu bilangan dari bilangan lainnya. Dalam sistem digital, pengurangan sering diimplementasikan dengan mengubah operasi pengurangan menjadi operasi penjumlahan melalui metode komplement dua.

3. Perkalian (Multiplication)

Operasi perkalian dilakukan untuk mengalikan dua bilangan atau lebih. Dalam sistem digital, perkalian dapat diimplementasikan dengan serangkaian operasi penjumlahan dan pergeseran bit.

4. Pembagian (Division)

Operasi pembagian dilakukan untuk membagi satu bilangan dengan bilangan lainnya. Dalam sistem digital, pembagian seringkali merupakan proses yang kompleks dan memerlukan serangkaian operasi perhitungan yang cermat.

5. Logika Boolean (Boolean Logic)

Operasi logika boolean seperti AND, OR, NOT, dan XOR digunakan untuk memanipulasi bit dalam sistem digital. Operasi logika ini sering digunakan dalam rangkaian logika digital dan dalam pemrosesan data biner.

6. Pemrosesan Bitwise

Operasi bitwise seperti shift left, shift right, dan operasi komplement dua juga sering digunakan dalam sistem digital untuk memanipulasi bit secara langsung.

7. Konversi Sistem Bilangan

Operasi konversi sistem bilangan digunakan untuk mengubah representasi bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya. Contoh konversi yang sering dilakukan adalah konversi dari biner ke desimal atau sebaliknya, serta konversi antara sistem bilangan biner, oktal, dan heksadesimal.


Back link OLU UHAMKA

https://onlinelearning.uhamka.ac.id/



Materi 1 Konsep – Konsep Digital

 

Konsep Digital

 

 

Nama      : Rahma Putriyana

NIM         : 2303015068

Kelas       : 2D - Teknik Informatika

 

Pendahuluan

Kata digital diturunkan dari cara komputer membentuk proses perhitungan, dengan cara menghitung digit bilangan.
Aplikasi teknologi digital: Televisi, sistem komunikasi, radar, navigasi dan sistem pemanduan, sistem militer, instrumen kedokteran, pengaturan proses industri dan lain-lain.

Di era modern ini, kita dikelilingi oleh teknologi digital yang telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari. Dari smartphone yang kita gunakan untuk berkomunikasi, komputer yang kita gunakan untuk bekerja, hingga mobil yang kita kendarai, semua menggunakan sistem digital untuk menjalankan fungsinya. Kata digital diturunkan dari cara komputer membentuk proses perhitungan, dengan cara menghitung digit bilangan. Aplikasi teknologi digital: Televisi, sistem komunikasi, radar, navigasi dan sistem pemanduan, sistem militer, instrumen kedokteran, Pengaturan proses industri dan lain – lain.

A. Pengertian Kuantitas Digital dan Analog

Kuantitas digital adalah besaran yang memiliki nilai diskrit, terbagi menjadi unit-unit kecil yang terpisah dan terdefinisi. Contohnya adalah jumlah file di komputer, jumlah halaman di buku, dan nilai pada jam digital.

Kuantitas analog adalah besaran yang memiliki nilai kontinu, bervariasi dalam rentang nilai tertentu. Contohnya adalah suhu, tekanan, dan kecepatan.

Grafik sebuah kuantitas analog (Suhu (temperature) vs Waktu (time))

Nilai sampling melambangkan (kuantisasi) dari kuantitas analog. Setiap nilai dilambangkan dengan sebuah titik yang dapat di digital-kan dengan melambangkan titik sebagai sebuah kode digital yang terdiri dari urutan 1 dan 0.


B. Keuntungan Sistem Digital vs. Sistem Analog

Sistem digital dan analog sama-sama memiliki peran penting dalam dunia teknologi, namun keduanya menawarkan keuntungan yang berbeda. Berikut adalah perbandingan keuntungan dari kedua sistem ini:

Sistem Digital:

• Akurasi: Sistem digital menggunakan data diskrit yang tidak terpengaruh oleh noise (gangguan) sehingga lebih akurat dalam pengolahan dan penyimpanan informasi.

• Kecepatan: Sistem digital dapat memproses informasi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan sistem analog. Hal ini karena data digital dapat diproses secara elektronik dengan cepat dan efisien.

• Fleksibilitas: Sistem digital dapat diprogram untuk melakukan berbagai macam tugas. Program komputer dapat diubah dengan mudah untuk menjalankan fungsi yang berbeda, sementara sistem analog biasanya membutuhkan perangkat keras khusus untuk setiap fungsi.

• Efisiensi: Sistem digital dapat menghemat energi dan sumber daya. Data digital dapat dikompresi dan disimpan dengan mudah, sehingga membutuhkan lebih sedikit ruang penyimpanan dibandingkan data analog.

• Keandalan: Informasi digital dapat direproduksi dan ditransmisikan dengan mudah tanpa kehilangan kualitas. Hal ini karena sistem digital menggunakan redundansi dan teknik koreksi kesalahan untuk memastikan integritas data.

Sistem Analog:

• Kualitas Tinggi: Untuk sinyal tertentu, sistem analog terkadang dapat menghasilkan kualitas yang lebih tinggi dibandingkan sistem digital. Contohnya, rekaman audio analog dapat menghasilkan suara yang lebih kaya dan natural dibandingkan audio digital yang terkompresi.

• Kesederhanaan: Sistem analog umumnya lebih sederhana dalam hal desain dan manufaktur dibandingkan sistem digital. Ini dapat membuat sistem analog lebih murah untuk diproduksi dan lebih mudah untuk dipahami.

• Jangkauan Dinamis Lebar: Sistem analog dapat mewakili rentang nilai yang lebih luas dibandingkan sistem digital, terutama untuk besaran kontinu seperti suhu atau tekanan.

• Lebih Alami: Beberapa pengguna mungkin lebih menyukai pengalaman yang ditawarkan oleh sistem analog, seperti kontrol volume analog yang halus atau tampilan analog pada jam tangan.

C. Keuntungan Sistem Digital terhadap sistem analog.

• Lebih handal dari pada sistem analog karena mempunyai kekebalan yang lebih baik terhadap noise dan keakuratan sistem.

• Mudah dalam perancangan: Tidak membutuhkan keahlian matematika khusus untuk menggambarkan perlakuan rangkaian digital (logika) sederhana.

• Dapat diprogram kedalam komponen.

• Kecepatan: sebuah elemen logika digital dapat menghasilkan sebuah keluaran lebih kecil dari pada 10 nanosecond (10-8 seconds).

• Ekonomis: Karena penggabungan jutaan elemen logika digitak dalam sebuah chip tunggal menghasilkan IC berbiaya rendah.

Sebuah Sistem Elektronika Analog

Sebuah Metode Sistem Digital dan Analog



Refrensi :

• Wikipedia:

o Digital: https://en.wikipedia.org/wiki/Digital

o Analog: https://en.wikipedia.org/wiki/Analog

• Electronics Tutorials:

o Digital vs. Analog: https://learn.sparkfun.com/tutorials/analog-vs-digital/analog-and-digital-circuits

• Digi-Key:

o Understanding Digital and Analog Signals: https://www.digikey.com/en/maker/tutorials/2022/a-brief-introduction-to-analog-and-digital-signals

• Analog vs. Digital: What's the Difference?: https://www.diffen.com/difference/Analog_vs_Digital

• Advantages and Disadvantages of Digital and Analog Systems: https://bestknowledgesite.weebly.com/blogs/digital-system-and-analog-system

• Digital vs. Analog: Which is Better?: https://www.diffen.com/difference/Analog_vs_Digital



Back link OLU UHAMKA

https://onlinelearning.uhamka.ac.id/