Materi 2 Sistem Bilangan, Operasi, dan Kode
Sistem Bilangan, Operasi, dan Kode
Nama : Rahma Putriyana
NIM : 2303015068
Kelas : 2D - Teknik Informatika
Sistem bilangan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu simbolis seperti sistem bilangan Romawi dan terbobot posisi (positional weighted) seperti sistem bilangan desimal yang menggunakan numeral Arabik. Untuk peralatan, dua nilai seperti komputer maka yang digunakan adalah sistem bilangan biner yang juga merupakan sistem bilangan terbobot posis.
A. Sistem Bilangan di Komputer
Sistem bilangan di komputer adalah :
- Sistem Bilangan Biner : 0~1
- Sistem Bilangan Oktal : 0~7
- Sistem Bilangan Desimal : 0~9
- Sistem Bilangan Hexadesimal : 0~F
- Sistem Bilangan Biner (Basis 2)
Sistem bilangan biner menggunakan dua simbol saja, yaitu 0 dan 1. Ini adalah dasar dari semua operasi dalam komputasi digital. Sistem bilangan biner mempunyai nilai basis 2 dengan nilai setiap posisi dibagi dengan faktor 2.
- Sistem Bilangan Desimal (Basis 10)
Sistem bilangan desimal adalah sistem yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menggunakan sepuluh simbol, yaitu 0 hingga 9.
Sistem bilangan heksadesimal menggunakan enam belas simbol, yaitu 0 hingga 9 serta huruf A hingga F. Sistem ini sering digunakan dalam komputasi dan pemrograman, terutama dalam konteks representasi data yang lebih kompleks.
Tabel Konversi antar Sistem Bilangan
Dalam sistem bilangan digital, terutama dalam konteks sistem komputer dan elektronika digital, terdapat beberapa operasi yang umum dilakukan. Berikut adalah beberapa operasi yang sering digunakan dalam sistem bilangan digital:
1. Penjumlahan (Addition)
Operasi penjumlahan dilakukan untuk menambahkan dua bilangan atau lebih. Dalam sistem digital, operasi penjumlahan dilakukan bit per bit dengan menggunakan logika penjumlahan biner.
2. Pengurangan (Subtraction)
Operasi pengurangan dilakukan untuk mengurangkan satu bilangan dari bilangan lainnya. Dalam sistem digital, pengurangan sering diimplementasikan dengan mengubah operasi pengurangan menjadi operasi penjumlahan melalui metode komplement dua.
3. Perkalian (Multiplication)
Operasi perkalian dilakukan untuk mengalikan dua bilangan atau lebih. Dalam sistem digital, perkalian dapat diimplementasikan dengan serangkaian operasi penjumlahan dan pergeseran bit.
4. Pembagian (Division)
Operasi pembagian dilakukan untuk membagi satu bilangan dengan bilangan lainnya. Dalam sistem digital, pembagian seringkali merupakan proses yang kompleks dan memerlukan serangkaian operasi perhitungan yang cermat.
5. Logika Boolean (Boolean Logic)
Operasi logika boolean seperti AND, OR, NOT, dan XOR digunakan untuk memanipulasi bit dalam sistem digital. Operasi logika ini sering digunakan dalam rangkaian logika digital dan dalam pemrosesan data biner.
6. Pemrosesan Bitwise
Operasi bitwise seperti shift left, shift right, dan operasi komplement dua juga sering digunakan dalam sistem digital untuk memanipulasi bit secara langsung.
7. Konversi Sistem Bilangan
Operasi konversi sistem bilangan digunakan untuk mengubah representasi bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya. Contoh konversi yang sering dilakukan adalah konversi dari biner ke desimal atau sebaliknya, serta konversi antara sistem bilangan biner, oktal, dan heksadesimal.
Back link OLU UHAMKA
https://onlinelearning.uhamka.ac.id/

.png)





