Kamis, 04 April 2024

Aturan-aturan Aljabar Boolean

 

Aturan-aturan Aljabar Boolean




Rahma Putriyana 

2303015068 

2D - Teknik Informatika 

Sistem Digital dan Gelombang


Hukum Aljabar Boolean adalah seperangkat aturan atau ekspresi yang telah dirumuskan untuk membantu mengurangi jumlah gerbang logika yang diperlukan untuk melakukan operasi logika tertentu. Dengan menerapkan hukum-hukum ini, kita dapat menyederhanakan ekspresi logika dan mereduksi jumlah gerbang logika yang diperlukan dalam suatu sirkuit.

Beberapa hukum atau teorema yang umumnya dikenal dalam Aljabar Boolean meliputi hukum-hukum dasar seperti Hukum Idempoten, Hukum Identitas, Hukum Pembatalan, Hukum Komplemen, dan sebagainya. Selain itu, terdapat juga teorema-teorema khusus seperti Teorema Konsensus yang membantu dalam penyederhanaan ekspresi logika yang kompleks.

Penerapan Hukum Aljabar Boolean sangat penting dalam desain dan analisis sirkuit digital serta dalam pengembangan algoritma dalam bidang ilmu komputer dan teknik elektro. Dengan menggunakan hukum-hukum ini, kita dapat merancang sirkuit yang lebih efisien dan meminimalkan kesalahan dalam operasi logika.

Aljabar Boolean adalah kategori aljabar yang nilai variabelnya merupakan nilai kebenaran, benar dan salah, biasanya dilambangkan dengan 1 dan 0. Hal ini digunakan untuk menganalisis dan menyederhanakan sirkuit digital atau gerbang digital . Disebut juga Aljabar Biner atau Aljabar Logika .  Ini merupakan hal mendasar dalam pengembangan elektronik digital dan disediakan dalam semua bahasa pemrograman modern. Ini juga digunakan dalam teori himpunan dan statistik.

Operasi penting yang dilakukan dalam aljabar Boolean adalah – konjungsi (∧), disjungsi (∨) dan negasi (¬) . Oleh karena itu, aljabar ini jauh berbeda dengan aljabar dasar yang nilai variabelnya berupa operasi numerik dan aritmatika seperti penjumlahan dan pengurangan.

 

Contoh masing-masing hukum Boolean, aturan dan teorema Aljabar Boolean diberikan dalam tabel berikut.

Tabel Kebenaran


Ekspresi Boolean
Keterangan
Rangkaian Saklar Ekuivalen

Hukum atau Aturan Aljabar Boolean
A + 1 = 1A paralel dengan
tertutup = “CLOSED”
hukum rangkaian universal aljabar booleanPembatalan
A + 0 = AA paralel dengan
terbuka = ​​“A”
hukum paralel universal aljabar booleanIdentitas
A . 1 = AA seri dengan
tertutup = “A”
hukum rangkaian universal aljabar booleanIdentitas
A . 0 = 0Seri A dengan
buka = “OPEN”
hukum deret universal aljabar booleanPembatalan
A + A = AA paralel dengan
A = “A”
rangkaian paralel idempotenIdempoten
A . A = AA seri dengan
A = “A”
rangkaian seri idempotenIdempoten
NOT  A  = ANOT NOT A
(negatif ganda) = “A”
 Negasi Ganda
A + A  = 1A paralel dengan
NOT A = “TUTUP”
rangkaian paralel komplemenMelengkapi
A . A  = 0A seri dengan
NOT A = “OPEN”
rangkaian seri komplemenMelengkapi
A+B = B+AA paralel dengan B =
B sejajar dengan A
rangkaian paralel absorpsiKomutatif
A . B = B . AA seri dengan B =
B seri dengan A
rangkaian seri serapanKomutatif
A + B  =  A . BInvert dan mengganti OR dengan AND Teorema de Morgan
A . B  =  A + BInvert dan Mengganti AND dengan OR Teorema de Morgan



A. Operasi Aljabar Boolean

Operasi dasar aljabar Boolean adalah sebagai berikut:

  • Konjungsi atau operasi AND
  • Disjungsi atau operasi OR
  • Operasi Negasi atau Tidak

Di bawah ini adalah tabel yang mendefinisikan simbol untuk ketiga operasi dasar.

OperatorSimbolHak lebih tinggi
BUKAN' (atau) ¬Paling tinggi
DAN. (atau) ∧Tengah
ATAU+ (atau) ∨Terendah

Misalkan A dan B adalah dua variabel Boolean, maka kita dapat mendefinisikan ketiga operasi tersebut sebagai;

  • Konjungsi B atau A DAN B, memenuhi A ∧ B = Benar, jika A = B = Benar atau A ∧ B = Salah.
  • Disjungsi B atau A ATAU B, memenuhi A ∨ B = Salah, jika A = B = Salah, jika tidak A ∨ B = Benar.
  • Negasi A atau ¬A memenuhi ¬A = Salah, jika A = Benar dan ¬A = Benar jika A = Salah

B. Tabel Kebenaran Aljabar Boolean

Sekarang, jika kita menyatakan operasi di atas dalam tabel kebenaran, kita mendapatkan:

ABA ∧ BA ∨ B
TRUETRUETRUETRUE
TRUEFALSEFALSETRUE
FALSETRUEFALSETRUE
FALSEFALSEFALSEFALSE
A¬A
TRUEFALSE
FALSE
TRUE

C. Aturan Aljabar Boolean

Ada aturan aljabar Boolean berikut ini, yang banyak digunakan dalam memanipulasi dan menyederhanakan ekspresi Boolean. Aturan-aturan ini memainkan peran penting dalam menyederhanakan ekspresi boolean.

Aturan 1: A + 0 = A

Misalkan saja: kita mempunyai variabel masukan A yang nilainya 0 atau 1. Saat kita melakukan operasi OR dengan 0, hasilnya akan sama dengan variabel masukan. Jadi, jika nilai variabelnya 1 maka hasilnya adalah 1, dan jika nilai variabelnya 0 maka hasilnya adalah 0. Secara diagramatis aturan ini dapat didefinisikan sebagai:

Hukum dan Aturan aljabar Boolean


Aturan 2: (A + 1) = 1

Misalkan saja: kita mempunyai variabel input A yang nilainya 0 atau 1. Saat kita melakukan operasi OR dengan 1, hasilnya akan selalu 1. Jadi, jika nilai variabelnya 1 atau 0, maka hasilnya akan selalu 1. Secara diagramatis , aturan ini dapat didefinisikan sebagai:

Hukum dan Aturan aljabar Boolean

Aturan 3: (A.0) = 0

Misalkan saja: kita mempunyai variabel masukan A yang nilainya 0 atau 1. Saat kita melakukan operasi AND dengan 0, hasilnya akan selalu 0. Aturan ini menyatakan bahwa variabel masukan yang diberi AND dengan 0 selalu sama dengan 0. Secara diagramatis, aturan ini dapat didefinisikan sebagai:

Hukum dan Aturan aljabar Boolean


Aturan 4: (A.1) = A

Misalkan saja: kita mempunyai variabel masukan A yang nilainya 0 atau 1. Saat kita melakukan operasi AND dengan 1, hasilnya akan selalu sama dengan variabel masukan. Aturan ini menyatakan bahwa variabel masukan yang diberi AND dengan 1 selalu sama dengan variabel masukan. Secara diagramatis, aturan ini dapat didefinisikan sebagai:

Hukum dan Aturan aljabar Boolean


Aturan 5: (A + A) = A

Misalkan saja: kita mempunyai variabel masukan A yang nilainya 0 atau 1. Saat kita melakukan operasi OR dengan variabel yang sama, hasilnya akan selalu sama dengan variabel masukan. Aturan ini menyatakan variabel masukan yang diOR dengan dirinya sendiri selalu sama dengan variabel masukan. Secara diagramatis, aturan ini dapat didefinisikan sebagai:

Hukum dan Aturan aljabar Boolean


Aturan 6: (A + A') = 1

Misalkan saja: kita mempunyai variabel input A yang nilainya 0 atau 1. Saat kita melakukan operasi OR dengan komplemen dari variabel tersebut, hasilnya akan selalu sama dengan 1. Aturan ini menyatakan bahwa variabel OR dengan komplemennya sama dengan 1 selalu. Secara diagramatis, aturan ini dapat didefinisikan sebagai:

Hukum dan Aturan aljabar Boolean


Aturan 7: (AA) = A

Misalkan saja: kita mempunyai variabel masukan A yang nilainya 0 atau 1. Saat kita melakukan operasi AND dengan variabel yang sama, hasilnya akan selalu sama dengan variabel tersebut saja. Aturan ini menyatakan bahwa variabel AND dengan dirinya sendiri selalu sama dengan variabel masukan. Secara diagramatis, aturan ini dapat didefinisikan sebagai:

Hukum dan Aturan aljabar Boolean


Aturan 8: (AA') = 0

Misalkan saja: kita mempunyai variabel input A yang nilainya 0 atau 1. Ketika kita melakukan operasi AND dengan komplemen dari variabel tersebut, hasilnya akan selalu sama dengan 0. Aturan ini menyatakan bahwa variabel AND dengan komplemennya sama dengan 0 selalu. Secara diagramatis, aturan ini dapat didefinisikan sebagai:

Hukum dan Aturan aljabar Boolean


Aturan 9: A = (A')'

Aturan ini menyatakan bahwa jika kita melakukan komplemen ganda pada suatu variabel, maka hasilnya akan sama dengan variabel aslinya. Jadi, jika kita melakukan komplemen pada variabel A, maka hasilnya adalah A'. Selanjutnya jika kita melakukan komplemen lagi terhadap A', kita akan mendapatkan A, yaitu variabel asal.

Hukum dan Aturan aljabar Boolean

Aturan 10: (A + AB) = A

Aturan ini dapat kita buktikan dengan menggunakan aturan 2, aturan 4, dan hukum distributif sebagai:

A + AB = A(1 + B) Anjak piutang (hukum distributif)
A + AB = A.1 Aturan 2: (1 + B)= 1
A + AB = A Aturan 4: A .1 = A

Hukum dan Aturan aljabar Boolean

Aturan 11: A + AB = A + B

Aturan ini dapat kita buktikan dengan menggunakan aturan di atas sebagai:

A + AB = (A + AB)+ AB Aturan 10: A = A + AB
A+AB= (AA + AB)+ AB Aturan 7: A = AA
A+AB=AA +AB +AA +AB Aturan 8: menjumlahkan AA = 0
A+AB= (A + A)(A + B) Memfaktorkan
A+AB= 1.(A + B) Aturan 6: A + A = 1
A+AB=A + B Aturan 4: hilangkan 1

Hukum dan Aturan aljabar Boolean


Aturan 12: (A + B)(A + C) = A + BC

Aturan ini dapat kita buktikan dengan menggunakan aturan di atas sebagai:

(A + B)(A + C)= AA + AC + AB + BC Hukum distributif
(A + B)(A + C)= A + AC + AB + BC Aturan 7: AA = A
(A + B)( A + C)= A( 1 + C)+ AB + BC Aturan 2: 1 + C = 1
(A + B)(A + C)= A.1 + AB + BC Anjak piutang (hukum distributif)
(A + B )(A + C)= A(1 + B)+ BC Aturan 2: 1 + B = 1
(A + B)(A + C)= A.1 + BC Aturan 4: A .1 = A
(A + B)(A + C)= A + SM

Hukum dan Aturan aljabar Boolean



Gerbang Logika dan Aljabar Boolean

 Gerbang Logika dan Aljabar Boolean


Rahma Putriyana
2303015068
2D - Teknik Informatika
Sistem Digital dan Gelombang




A. Apa itu Gerbang Logika

  • Gerbang logika adalah piranti dua keadaan, yaitu mempunyai keluaran dua keadaan: keluaran dengan nol volt yang menyatakan logika 0 (atau rendah) dan keluaran dengan tegangan tetap yang menyatakan logika 1 (atau tinggi).
  • Gerbang logika dapat mempunyai beberapa masukan yang masing-masing mempunyai salah satu dari dua keadaan logika, yaitu 0 atau 1.
  • Gerbang-gerbang logika yang khususnya dipakai di dalam sistem digital, dibuat dalam bentuk IC (Integrated Circuit) yang terdiri atas transistor-transistor, diode dan komponen-komponen lainnya. Gerbang-gerbang logika ini mempunyai bentuk-bentuk tertentu yang dapat melakukan operasi-operasi INVERS, AND, OR serta NAND, NOR, dan XOR (Exclusive OR). NAND merupakan gabungan AND dan INVERS sedangkan NOR merupakan gabungan OR dan INVERS.
B. Gerbang Dasar

  • BUFFER
  • NOT 
  • OR
  • AND

1. Gerbang Dasar: BUFFER

Buffer adalah gerbang logika yang digunakan untuk menyangga kondisi logika. Kondisi logika dari keluaran gerbang ini akan sama dengan kondisi logika dari masukkanya. Simbol gerbang logika ini ditunjukkan pada gambar dibawah ini.




2. Gerbang Dasar: NOT

Gerbang NOT ini disebut inverter (pembalik). Rangkaian ini mempunyai satu masukan dan satu keluaran. Gerbang NOT bekerja membalik sinyal masukan, jika masukannya rendah, maka keluarannya tinggi, begitupun sebaliknya.



3. Gerbang Dasar: OR

Gerbang OR diterjemahkan sebagai gerbang “ATAU” artinya sebuah gerbang logika yang keluarannya berlogika “1” jika salah satu atau seluruh inputnya berlogika “1”.



4. Gerbang Dasar: AND

Gerbang AND merupakan jenis gerbang digital keluaran 1 jika seluruh inputnya 1. Gerbang AND diterjemahkan sebagai gerbang “DAN” artinya sebuah gerbang logika yang keluarannya berlogika “1” jika input A dan input B dan seterusnya berlogika “1”.








C. Gerbang Kombinasional
  • NOR
  • NAND
  • X-OR
  • X-NOR


1. Gerbang Kombinasional: NOR

Gerbang NOR adalah gerbang kombinasi dari gerbang NOT dan gerbang OR. Dalam hal ini ada empat kondisi yang dapat dianalisis dan disajikan pada tabel kebenaran.




2. Gerbang Kombinasional: NAND

Gerbang NAND adalah gerbang kombinasi dari gerbang NOT dan gerbang AND. Dalam hal ini ada empat kondisi yang dapat dianalisis dan disajikan pada tabel kebenaran.



3. Gerbang Kombinasional: X-OR

Gerbang X-OR (dari kata exclusive-or) akan memberikan keluaran 1 jika kedua masukannya mempunyai keadaan yang berbeda.




4. Gerbang Kombinasional: X-NOR

X-NOR dibentuk dari kombinasi gerbang OR dan gerbang NOT yang merupakan inversinya atau lawan X-OR, sehingga dapat juga dibentuk dari gerbang X-OR dengan gerbang NOT.




D. Gerbang Logika Kombinasi





https://onlinelearning.uhamka.ac.id/